GERIMIS MENCEKAM

GERIMIS MENCEKAM Penulis : Lidwina Ro Aku gemetar. Tidak mungkin telingaku salah dengar. Ada ketukan di jendela kamarku. Ini untuk yang ke dua kalinya. Sepertinya aku tidak bermimpi. Ritme jantungku meningkat cepat. Penasaran dan takut melebur jadi satu. Untuk kembali tidur, aku sudah tak bisa lagi. Gerimis belum berhenti sejak sore, menambah ciut hatiku. Bapak dan Ibu pergi ke luar kota menjenguk Nenek. Aku malas ikut, karena rencananya mereka hanya menginap semalam saja. Lebih baik aku belajar di rumah karena Senin sudah masuk pekan ulangan. Sepertinya aku mendengar samar ketukan lagi. Kelihatannya berganti tempat. Aku merinding. Pikiranku melayang liar. Jangan-jangan itu arwah tetanggaku sebelah yang tiga hari lalu meninggal. Ah, tidak, tidak! Konyol sekali aku! Musyrik! Si alnya, aku malah kebelet pipis. Duh, menyebalkan! Terpaksa aku turun dari kasur, tak lupa kuselipkan ponsel di saku babbydoll-ku. Suara Cakra Khan masih setia berulang-ulang menemaniku sejak sore gerim...