Postingan

Bukan Impian Semusim

Gambar
Reading Challenge ODOP (2026) Judul Buku: Bukan Impian Semusim Penulis        : Marga T. Penerbit.     : PT. Gramedia Pustaka Utama Terbit           : 2018 Jumlah         : 425 halaman Sumber        : Perpustakaan Kabupaten Bekasi Ulasan: Sudah sejak SD, Nina ingin menjadi ‘mere’ atau suster (yaitu perempuan yang mendedikasikan hidupnya untuk mengabdi kepada Tuhan dalam gereja Katolik) Nina memberitahukan keinginannya tersebut pada ibunya. Sang ibu setuju, lalu menyekolahkan Nina  di asrama khusus perempuan di Jakarta. Beberapa tahun kemudian, ibunya Nina jatuh sakit, dan lumpuh. Sudah banyak biaya pengobatan untuk menyembuhkan ibunya, namun belum juga berhasil. Karena lebih banyak merawat sang istri, pekerjaan ayahnya Nina jadi tidak maksimal. Ia pun dipecat oleh atasannya.  Tentang penyakit ibunya, dokter menyarankan untuk berobat ke Jakarta karena lebih lengkap. Mak...

Psikologi Keluarga

Gambar
  Tema RCO.3 : Keluarga Judul buku: Psikologi Keluarga Penulis: Sri Lestari Penerbit: Kencana Buku dari: Ipusnas Komunitas terkecil di dalam masyarakat adalah keluarga. Meskipun begitu, keluarga mempunyai pengaruh dan andil besar dalam bangsa, karena dari keluargalah akan lahir penerus bangsa yang diharapkan berkualitas dan berharga bagi kemajuan negara. Nah, keluarga dapat dibedakan menjadi 2, yaitu: -Keluarga inti (nuckear family) -Keluarga batih (extended family) Keluarga inti terdiri dari: suami-bapak, istri-ibu, dan anak. Pada umumnya keluarga dimulai dari perkawinan antara lelaki dan perempuan dewasa. Sebagai permulaan, relasi suami dan istri memberi landasan, dan menentukan warna bagi seluruh relasi di dalam keluarga. Nah, mengapa banyak keluarga yang berantakan ketika terjadi kegagalan dalam relasi suami dan istri? Jawabannya adalah: karena "kunci" dari kelanggengan perkawinan, adalah keberhasilan melakukan penyesuaian di antara suami dan istri. Tiga indikator prose...

Fenomena Reading Slump

Gambar
 Oleh: Lidwina Ro Tujuan kita membaca selain untuk memahami dengan baik apa yang tertulis di dalam bacaan, adalah juga untuk mempertambah wawasan, mengembangkan intelektual, serta meningkatkan kualitas dalam memahami orang lain. Membaca bahkan mampu membantu menjaga otak agar menjalankan tugasnya dengan baik dan sempurna. Namun realitasnya kita malah sering mengalami ‘reading slump’ Istilah ‘reading slump’ sendiri adalah kondisi seseorang yang mengalami kehilangan minat atau motivasi untuk membaca. Ciri-cirinya adalah:  - Tidak dapat fokus membaca - Berkali-kali mengulangi buku yang sedang dibaca - Ingin mengganti buku, tetapi selalu tidak bisa menyelesaikan bacaan - Tiba-tiba merasa tidak minat membaca buku dalam jangka waktu tertentu. Alasan mengapa seseorang mengalami ‘reading slump’ karena:  - Memaksakan diri membaca buku dengan genre yang sama sekali tidak disukai - Tidak menemukan buku yang cocok - Membaca buku dengan tema yang berat, di tambah halaman...

BASWARA (4)

Gambar
BASWARA Penulis : Lidwina Ro “Baswara mencarimu.” Gundah, kutatap Tante Evi yang tersenyum bijak. Jujur saja, belakangan ini banyak hal terjadi di luar kendaliku, yang membuat jiwa ragaku limbung. Pikiranku yang masih konslet ini seolah-olah masih mencoba merangkai beberapa kabel yang berserakan. Entah di mana. “Tidak apa-apa. Nanti semua akan membaik,” hibur Tante Evi sambil menarikku dalam pelukan, seakan dia tahu keresahanku. “Kau terlalu kuat untuk tumbang sekarang. Lagi pula ada Ibu di sisimu sekarang.” Aku menghidu aroma ketulusan dan kekuatan dalam suara Tante Evi, merakit kembali semangatku yang retak. “Terima kasih ... Ibu.” Bergetar suaraku saat pertama kali memanggilnya ibu.  Pelukan Tante Evi sontak membeku, kemudian perlahan pelukannya mengerat. Aku bisa merasakan bahuku hangat dan basah. “Mengapa dulu Ibu meninggalkan aku?”  Tante Evi mengurai pelukan, menggeleng. “Ibu tidak pernah meninggalkanmu, Yovi. Dari kau lahir, sampai sekarang.” “Tapi ....” “Iya, dulu mem...

LANGIT BIRU

Gambar
 LANGIT BIRU Penulis : Lidwina Ro “Kau harus lekas menikahi Ranti. Anak pak Jayadi.” Hening. Tak ada sahutan dari Mas Dika. Semenit, dua menit, telingaku yang menempel lekat di balik pintu, menguping dengan hati yang riuh. Apa kira-kira jawaban Dika untuk ibunya? Apakah lelaki itu akan menyerah dengan keinginan ibunya? “Mau sampai kapan ibu menunggu? Ibumu ini sudah terlalu tua, Dika. Kamu anak ibu satu-satunya. Berilah kebahagiaan sedikit untuk orang yang sudah renta dan sakit-sakitan ini.” Masih hening. Dika tak merespons. Aku yakin lelaki itu pasti menghisap rokok seperti biasa, sambil menatap datar ke sembarang arah. Selain ibunya. “Apa coba kekurangan Ranti? Dia sangat baik, lembut, tak banyak tingkah, dan perhatian denganmu. Dari dulu.” Aku menghela napas. Ingatanku melayang pada Ranti, sahabatku semasa kuliah. Ranti juga adalah tetangga kami. Mas Dika, aku dan Ranti, sama-sama satu perumahan, hanya berbeda blok saja. Gadis itu memang baik. Terlalu baik malah. Mana ada gadis...

BASWARA (3)

Gambar
  BASWARA (3) Penulis : Lidwina Ro Mata Tante Evi membelalak kaget saat mobil memasuki gerbang rumah. Tangannya sedikit bergetar menunjuk-nunjuk ke depan, dan mulutnya melongo keheranan. Sementara ayahku hanya menahan geli.  “Ada apa ini? Mengapa rumah ramai sekali?” Panik Tante Evi melihat banyak orang di teras rumah. Dia menatapku dan Ayah bergantian. Ayah menghentikan mobil di halaman rumah. Kami bertiga memang baru saja dari restoran, merayakan ulang tahun Tante Evi. Aku pun tak kalah bingung dengan suasana rumahku. Kulihat Mbok Mimin sibuk menyajikan kue-kue dan minuman. Ada musik. Hiasan bunga hidup. Banyak orang.  Ada apa ini? “Surprise! Tapi kalian berdua jangan khawatir. Ayah hanya mengundang keluarga dekat saja. Ini pesta perayaan syukur keluarga kita. Ayah bahagia karena memiliki kalian berdua yang sehat, yang masih diizinkan-Nya untuk menemani Ayah.”  Ayah merangkulku dan Tante Evi dengan mata berbinar-binar. Aku dan Tante Evi saling berpandangan dengan p...

BASWARA (2)

Gambar
BASWARA (2) Penulis : Lidwina Ro  “Ada apa ini? Mengapa rumah jadi ramai seperti ini, Yovi?” tanya Tante Evi bingung, menatap teras rumah yang banyak orang, lalu menatapku bergantian dengan Ayah. Mobil kami berhenti di halaman rumah. Kami bertiga memang baru saja dari Mal, merayakan ulang tahun Tante Evi dengan makan dan menonton film. Aku pun tak kalah bingung dengan suasana sore ini. Terdengar ada musik lembut. Mbok Mimin yang sibuk menyajikan kue-kue dan minuman. Banyak pot dan hiasan bunga indah. Ada apa ini? “Kalian berdua jangan khawatir. Ayah hanya mengundang keluarga dekat saja. Ini perayaan syukur keluarga kita. Ayah bahagia dan bersyukur karena memiliki kalian berdua yang sehat, yang masih diizinkan-Nya untuk menemani Ayah,” sahut Ayah sambil tersenyum. Aku dan Tante Evi saling berpandangan dengan perasaan campur aduk, terharu. Ah, dasar perempuan, sedikit-sedikit pasti mewek! Baru saja aku mengusap ujung mataku yang basah, saat jendela mobil sampingku diketuk. Ganti aku ...