KENCAN (2)
KENCAN (2) Penulis : Lidwina Ro Hujan sudah reda, menyisakan aroma petrikor dan udara yang lembab dan menenangkan. Tapi entah mengapa, kali ini aku penasaran tidak menemukan alamat Arini yang sudah dia share kemarin. Sudah lima kali aku bolak balik menyusuri jalan ini, akan tetapi selalu berakhir di ujung pertigaan jalan yang merupakan tanah kosong. Sialnya, Arini tidak bisa aku hubungi lagi, sejak percakapan siang di hujan deras tadi. Mengapa, ya, tiba-tiba ponsel Arini tidak aktif? Sebenarnya ke mana dia? Aku menghela napas. Setelah memarkir sepeda motor di depan tanah kosong, aku mencoba membaca nomor rumah Arini sekali lagi. Lalu menatap tajam tanah kosong yang tampak terlihat lama tak dijamah manusia lagi. Banyak ditumbuhi ilalang, tak terawat, kotor dan .... “Mas!” Aku menoleh kaget. Seorang wanita paruh baya tampak keluar dari rumah, persis di sebelah tanah kosong itu. Aku segera mengangguk sopan. “Masnya mencari siapa, ya?” “Eh, anu, Bu. Mohon maaf, saya sedang mencari al...